“ Kau bodoh “
Lontaran kalimat seperti itu yang selalu aku dapatkan dari seorang yang namanya teman.Sebenarnya aku cuman butuh di dengar cuman butuh di temani
Karena itu lah aku lebih memilih diam tidak bicara dengan siapa-siapa lebih memilih meluapkan segala kekesalan,kesedihan,kebahagiaan lewat tulisan ini.
Aku tidak mengerti apakah menunggu seseorang,mencintai dan sayang dengan tulus tanpa menuntut berbalas adalah hal yang bodoh ?
Aku cuman butuh waktu ?
Seorang teman memotong,
“waktu katamu??bukannya 2 tahun itu bukan waktu yang sedikit?sekarang sudah hampir 3 tahun aku selalu menjadi saksi tangisanmu apakah tidak cukup? Sudahlah jangan bertingkah yang aneh lagi seperti dulu”
Aku cuman tersenyum kepada mereka
“Sekarang aku lebih bisa menerima,tapi aku masi percaya doa-doa sampai waktu menjawab yah takdir tidak ada yang tau”
“Mau sampai kapan kamu menutup diri?tidak memberi kesempatan kepada yang lain untuk memberikan keindahan dalam hidupmu?”
Aku tersenyum lagi kepada mereka
“Aku tidak mau menyakiti siapa-siapa dan aku tidak yakin dengan memberi kesempatan kepada orang baru akan mengubah segala rasa ku tentang dia.aku tidak berani dan tidak ingin mencoba sampai perasaan aku benar-benar selasai”
“Bagaimana jika dia menemukan seseorang yang baru untuk hidupnya dan tidak memilihmu,sia-sia dong penantianmu ??”
Aku terdiam 5 detik kemudian tersenyum
“Aku akan turut bahagia meskipun aku tidak bisa bohong bahwa rasa sakit pasti ada tapi aku akan bahagia mendengar kabar itu. Karena sebelum terjadi aku sudah mempersiapkan ruang patah hatiku jadi mungkin aku akan dengan ikhlas melepaskanya dan bisa menghirup udara segar sambil meminum coklat hangat,menulis cerita,tanpa memikirkan aku harus menemukan orang baru juga, tidak, aku akan benar-benar ikhlas pergi dari semua bayang bayangan yang pernah ada,agar dia juga bisa bahagia dengan pasangannya”
“Kamu kenapa menangis”
Aku tersenyum lagi sambil mengusap air mata.
“Ini adalah air mata kebahagianku mendengar perumpamaan kisah yang suatu saat nanti bisa terjadi”
“Apa sih yang unik dari dia sampai kamu secinta itu,apa yang membuatmu seperti itu ke dia??”
Aku tersenyum setiap kali menjawab pertanyaan seputar dia
“Aku tidak bisa menjelaskan sedetail apa aku dengan dirinya tapi jika kamu jadi diriku kamu pasti bakal merasakan kehangatan apa yang kamu bakal rasakan ketika bersama dia”
“Oh iya bus ku sudah hampir tiba aku duluan yah” ucapku kepada teman temanku
Aku berjalan keluar dari coffeshop
Menikmati jalanan yang begitu sejuk ditambah pohon-pohon di pinggir jalan menjatuhkan dedaunan.Aku menatap langit sambil menunggu bus datang
“I really miss u”