Selasa, 08 November 2022

SESAK RINDU 3

“ Kau bodoh “ 

Lontaran kalimat seperti itu yang selalu aku dapatkan dari seorang yang namanya teman.Sebenarnya aku cuman butuh di dengar cuman butuh di temani

Karena itu lah aku lebih memilih diam tidak bicara dengan siapa-siapa lebih memilih meluapkan segala kekesalan,kesedihan,kebahagiaan lewat tulisan ini. 


Aku tidak mengerti apakah menunggu seseorang,mencintai dan sayang dengan tulus tanpa menuntut berbalas adalah hal yang bodoh ? 


Aku cuman butuh waktu ? 

Seorang teman memotong, 

“waktu katamu??bukannya 2 tahun itu bukan waktu yang sedikit?sekarang sudah hampir 3 tahun aku selalu menjadi saksi tangisanmu apakah tidak cukup? Sudahlah jangan bertingkah yang aneh lagi seperti dulu” 


Aku cuman tersenyum kepada mereka 

“Sekarang aku lebih bisa menerima,tapi aku masi percaya doa-doa sampai waktu menjawab yah takdir tidak ada yang tau”


“Mau sampai kapan kamu menutup diri?tidak memberi kesempatan kepada yang lain untuk memberikan keindahan dalam hidupmu?”


Aku tersenyum lagi kepada mereka 

“Aku tidak mau menyakiti siapa-siapa dan aku tidak yakin dengan memberi kesempatan kepada orang baru akan mengubah segala rasa ku tentang dia.aku tidak berani dan tidak ingin mencoba sampai perasaan aku benar-benar selasai”


“Bagaimana jika dia menemukan seseorang yang baru untuk hidupnya dan tidak memilihmu,sia-sia dong penantianmu ??”


Aku terdiam 5 detik kemudian tersenyum

“Aku akan turut bahagia meskipun aku tidak bisa bohong bahwa rasa sakit pasti ada tapi aku akan bahagia mendengar kabar itu. Karena sebelum terjadi aku sudah mempersiapkan ruang patah hatiku  jadi mungkin aku akan dengan ikhlas melepaskanya dan bisa menghirup udara segar sambil meminum coklat hangat,menulis cerita,tanpa memikirkan aku harus menemukan orang baru juga, tidak, aku akan benar-benar ikhlas pergi dari semua bayang bayangan yang pernah ada,agar dia juga bisa bahagia dengan pasangannya”


“Kamu kenapa menangis”

Aku tersenyum lagi sambil mengusap air mata.

“Ini adalah air mata kebahagianku mendengar perumpamaan kisah yang suatu saat nanti bisa terjadi”


“Apa sih yang unik dari dia sampai kamu secinta itu,apa yang membuatmu seperti itu ke dia??” 

Aku tersenyum setiap kali menjawab pertanyaan seputar dia 

“Aku tidak bisa menjelaskan sedetail apa aku dengan dirinya tapi jika kamu jadi diriku kamu pasti bakal merasakan kehangatan apa yang kamu bakal rasakan ketika bersama dia” 


“Oh iya bus ku sudah hampir tiba aku duluan yah” ucapku kepada teman temanku 



Aku berjalan keluar dari coffeshop

Menikmati jalanan yang begitu sejuk ditambah pohon-pohon di pinggir jalan menjatuhkan dedaunan.Aku menatap langit sambil menunggu bus datang 


“I really miss u” 

SESAK RINDU 2

Tidak akan habis dan tidak terhitung.

Jika bisa mungkin aku akan berhitung seumur hidupku.Menghitung rasa yang sejak dahulu ku temukan sampai detik ini.


Tentangmu yang selalu kusebut dimanapun aku berada, jika bisa aku menyebutmu bumi yang luas yang tidak bisa aku jelajahi sepanjang hari.


Kamu mengizinkanku masuk berjelajah tapi aku selalu bertemu duri-duri yang kau tanam disepanjang jalan,kamu selalu memberikan tempat tapi kamu tidak mampu menyakinkanku bahwa bumi ini adalah milikku. 


Semua tulisan-tulisan yang kutulis di sepanjang jalan untukmu 

Semua doa-doa yang kusebut

di sepanjang hariku adalah untukmu

Dan untuk setiap hal baik adalah untukmu


Detak jantung dan hembusan nafasmu yang pernah kudengar adalah ritme yang indah yang pernah kudengar dibumi ini.


Lewat tulisan ini aku mau kamu tau

menjadi bayanganmu hal yang menyedihkan tapi juga menyenangkan.



Love 🖤🧜🏻‍♀️

SESAK RINDU 1

Aku berusaha mencari keramaian

Mencari kesenagan

Menyibukkan diri

Bergaul kesana kemari 


Aku berakhir masi tetap merindukanmu 

Tanganku gemetaran sampai ujung kaki

Dadaku sesak air mataku bercucuran 

Aku begitu sakit merindukan kamu

Mencintai kamu 


Entah dosa apa dahulu ku perbuat 

Sehingga dijaman sekarang aku menanggung itu semua dengan penuh sasak tangis . 


Aku merasa sepi tiap hari 

Sipapun kamu tolong hadir bantu aku 

Tolong ;