Minggu, 24 Mei 2020

Jani & reynar




13:33
Aku seorang penulis entahlah itu benar atau tidak yah mungkin dulu sebelum aku benar-benar jatuh terpuruk sampe semua mimpi itu terabaikan. Hari ini aku mencoba mengembalikan mimpi itu. Tangan ini masi mencoba merangkai “oh shit” aku begitu kakuh, mungkin kali ini aku butuh secangkir kopi hangat karena cuaca saat ini sedang turun hujan. Oh iya hujan ? kenapa hujan selalu membawaku dalam kepingan memori yang membuatku sesak. Aku begitu lucu dan mungkin sedikit tolol kenapa ? lihat saja aku, masi dengan keterpurukan dan mimpi yang terabaikan Cuma karena satu manusia yang memutuskan pergi dari kehidupanku.

Aku menghabiskan waktu dari hari ke hari dengan terpuruk mungkin bisa dikatakan tidak layak. Dengan apartemen yang sederhana di dalamnya begitu berantakan , tumpukan sampah mi instan di mejaku , pakean tercecer diman-mana. Belum lagi surat surat dari kantor pos yang belum sempat aku baca sudah kotor terkena makanan terlebih lagi rambut yang sudah seminggu tidak keramas.

Aku hidup sendiri, kedua orang tuaku sudah berpisah mereka masing-masing sudah mempunyai keluarga, akhir-akhir ini aku tidak berkomunikasi dengan mereka yah karena hampir setahun ini aku memutuskan tidak berinteraksi dengan siapa-siapa. Aku fikir hidupku ini adalah sebuah lelucon.

Satu hari sebelum aku memulai menulis...
Aku terbangun di waktu subuh tepatnya pukul 04:10. Memberanikan diri membuka email , sudah berapa email yang terabaikan selama hampir setahun ini. Dari penerbit,rekan penulis, teman ngampus, sahabatku dan banyak lagi. Fokus pada email dari sahabatku yang slama ini kuabaikan aku pun terfikirkan, kenapa aku? Kemana saja aku slama ini? Ini bukan aku yang sebenarnya AKU yang dulu hilang dan AKU akan kembali, aku ingin memulai kembali bangkit dari keterpurukanku.
Aku memulai dari memotong rambut yang dimana kata orang-orang memotong rambut pertanda akan memulai sesuatu kembali atau membuang hal yang lalu. Kemudian membersihkan apartment mulai dari sampah , pakaian kotor,buku-buku berdebu dan benda lainya. Aku menemukan album dan isinya kalian tidak perlu menebak karna sudah pasti album itu isinya kenangan kami berdua. Ingin membuang tapi sudahlah kubiarkan tertumpuk disatu kotak yang memang berisi benda benda yang tidak terpakai lagi.
Tarik nafas ini pertama kaliku menghirup udara siang diluar setelah hampir setahun mengurung diri. Oh iya selama ini kadang ibu ku datang membawakan makanan dan sekarang lihat , aku keluar untuk memulai berbelanja sesuatu dari bahan makanan, skincare yang sudah lama habis,makeup pun bahkan pakaian baru. Aku semangat memulai kembali dan juga mulai membuka social media yang dulunya aku tutup, sekarang aku menyapa di salah satu aplikasi social media “instagram” byyurrr langsung ramai , kenapa ? mereka yang selama ini menikmati hasil karyaku merasahkan hadirku kembali setelah vakum. Aku sangat terharu ternyata ada banyak manusia yang sayang sama aku dan bodohnya aku demi satu manusia aku membiarkan mereka yang sayang padaku merasa sedih akan keterpurukanku.

Kembali di hari aku memulai menulis pada pukul 13: 33
Aku harus memperkenalkan diri dan kalian harus tau aku sebab aku terkenal hanya di dalam cerita bukan di dunia nyata kalian saat ini . Oke izinkan aku menuliskan namaku, hai aku  Anjani  Putriwan San disapa jani namaku aneh kan ? sekarang umurku 27 tahun tidak suka coklat , aku suka makanan pedas,dengarkan musik, dan sejak SMP bercita-cita menjadi seorang penulis dan akhirnya terwujud meskipun saat ini aku sedang vakum dan hilang di tengah-tengah manusia yang rindu akan sosok diriku yang dulu. Sekarang aku kembali aku ingin memulai lagi dari awal. Rasanya sulit tapi akan kucoba lagi meskipun kadang kenagan indah itu tiba-tiba menghantuiku,Benar kata sahabataku terkadang kenangan indah itu menyakitkan apalagi kenangan yang didatangkan langsung oleh dia yang menyakitimu .


"Kring kring" (suara telepon)
Hai ap kabar ? (Suaraku yang masi kakuh untuk berbicara kepada manusia)
"Jani kamu baik-baik saja aku barusan liat postinganmu di instagram " (oh suara itu suara yg sudah lama tidak kudengar , suara dari sahabatku reynar).

Suara reynar penuh kekhwatiran bagaimana tidak selama kurang lebih setahun aku mengabaikan segala bentuk perhatianya semenjak aku terpuruk. Oh iya sedikit mengenal tentang reynar.
Namanya Reynar putra adiwangsa umurku dan umurnya beda setahun yah dia lebih tua dari aku,kami bersahabat sudah cukup lama semenjak dibangku SMP sampai di perkuliahan kita sama-sama masuk universitas yang sama meskipun beda jurusan yah. Reynar ini adalah sosok yang bisa segalanya, Dia bisa jadi abangku, ayahku,pendengarku,yang bisa memarahiku jika aku salah, yang selalu jadi penasehatku yang slalu memberiku motivasi. Aku pernah membaca kutipan bunyinya seperti ini "tidak ada persahabatan antara wanita dan pria pasti salah satu dari mereka ada yang menyimpan rasa". Yah kutipan ini betul adanya sebab reynar adalah pria yang menyimpan rasa kepadaku.Sejak SMP dia sudah mengungkapkan rasa sampai SMA tapi sampai sekarang kita masi bersahabat. Aku bingung padahal ada lelaki yang tulus kepadaku malah aku memilih lelaki yang menyakitiku itu , lagi-lagi jika aku disakiti,reynar adalah orang pertama yang ingin menghabisi lelaki itu. Dan sepanjang hari aku akan mendengar nasehatanya. Aku sayang reynar sebagai sahabat.


"Aku tungguin kamu di cafe tempat biasa kita bertemu"(tutup telepon belum kujawab iya, brgitulah reynar)

Hampir 10 menit aku bertatapan dengan cermin, seakan-akan cermin itu bicara kepadaku "kamu bisa, kamu kuat,kamu harus memulai kembali".

Aku benci tiap saat mengenangmu. 
cahaya melintas kepermukaan bumi yah seperti itulah kamu di otak aku saat ini sekilas namun menyakitkan jika di ingat.Benar aku tidak membencimu aku hanya membenci kenangan kita aku benci kenyataan tapi sekarang aku ingin memulai hal baru meskipun tidak denganmu lagi. 


Aku baru saja selesai,sudah siap bertemu dengan manusia, aku tersenyum didepan cermin lalu kubisikan "hai cermin akhirnya kau ku gunakan dengan sepantasnya sekarang yah berhias, hari ini doakan aku mungkin sedikit takut tapi aku ingin mencoba dan doakan semoga reynar tidak memarahiku ".

Kulangkahkan kakiku ditemani teriknya matahari,ku gunakan kedua kaki sekarang melangkah jauh oh iya cafe itu agak dekat dari apartmentku jadi ku pake saja kaki ini daripada harus membayar kendaraan umum.

"Hening"wajah yang penuh kekhawatiran itulah reynar sahabatku.

"Jani....... " 
"Reynar......" 

Kami canggung layaknya manusia yang baru pertama kali kenal.

Reynar yang menatapku sangat terharu tidak melontarkan sepatah katapun pertanyaan apapun itu.
"Aku baik-baik saja reynar"ucapku untuk mambuka suasana canggung campur aduk.

Aku berbicara dengan reynar sepanjang hari sampai minuman di gelas kita habis.reynar mengantarku pulang dengan motornya.


"Selamat pagi reynar"

"Kamu pasti belum makan kan jani ini aku bawain makanan yang sering banget kamu minta dititipin"

"reynar maaf yah apartku berantakan"

"isokeyyy aku datang kesini pengen bantuin kamu beres-beres"

Setelah sebulan kembali ke duniaku dunia yang sudah lama ku buang kini kugenggam lagi hampir sebulan ini reynar selalu membantuku selalu ada di sampingku seperti biasanya seperti di hari-hari sebelumnya.aku bersyukur bisa punya reynar sebagai sahabat aku,aku tidak bisa mencintai reynar aku hanya bisa sayang sama dia sebagai seorang sahabat saja tapi reynar berbeda dia mecintaiku aku bisa merasakan itu dia pernah beberapa kali ingin mengungkapkan tapi aku mengalihkan karna tidak ingin ada rasa canggung antara aku berdua


Bersambung ...


Kalian tertarik ?
Berikan aku notif 'next' 
Tx u dear ..